Home –  Masjid – Mainan Anak Usia Dini di Masjid Serang Banten

Mainan Anak Usia Dini di Masjid Serang Banten

Mainan Anak Usia Dini di Masjid Serang Banten

Mainan Anak Usia Dini di Masjid Serang Banten

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini pada rentang usia 0-8 tahun sangat menentukan, bagi anak untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berkembang dengan optimal apabila distimulus atau diberi rangsangan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Anak dalam mengembangkan pengetahuannya ia belajar seraya bermain. Bagi anak bermain adalah kegiatan yang serius namun mengasikkan. Kegiatan bermain akan lebih menyenangkan apabila didukung oleh lingkungan masjid yang memadahi, seperti tersedianya alat-alat permainan yang bervariasi serta sesuai dengan usia anak. Selain itu, kegiatan bermain di depan masjid akan berjalan dengan baik apabila pengasuh mampu membimbing anak dalam menggunakan fasilitas permainan yang relevan dengan potensi anak.

Sebagian besar orang tua memberikan gadget pada anak mereka sebagai fasilitas permainan yang dipilih. Karena mempunyai nilai praktis, mengingat juga untuk mendapakan gadget baru mudah dibelinya dan harganya pun semakin murah. Sehingga  mempengaruhi keinginan banyak orang untuk memberikan gadget pada anak mereka. Padahal, fasilitas permainan anak tidak harus dibeli atau teknologi buatan pabrik, akan tetapi dapat memanfaatkan barang-barang bekas. Barang-barang bekas harus diseleksi dalam segi keamanan dan manfaatnya masjid agar menjadi sebuah permainan yang menarik dan menyenangkan serta dapat dijadikan media pembelajaran anak Pada prinsipnya alat-alat permainan seharusnya mampu melakukan percobaan dan penelitian sendiri. Dalam kaitannya dengan kemampuan kognitif, pembelajaran pada anak merupakan awal dari perkembangan kognitif. Hal ini sesuai dengan Permendiknas No 58 tahun 2009 yang menyatakan bahwa dalam tugas perkembangan anak umur 4-6 tahun terdapat kemampuan kognitif yang harus dikembangkan saat anak bermain meliputi kemampuan pengetahuan umum dan sains; konsep bentuk, ukuran, warna, dan pola; serta konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf.

Proses kognitif terjadi alami seperti anak bermain. Anak usia dini menemukan, menguji, serta menerapkan konsep kognitif secara alami hampir setiap hari dalam berbagai hal yang dilakukan. Penguasaan kemampuan kognitif tidak hanya datang dari lembar kerja anak, melainkan anak-anak mengalami perkembangan melalui pengalaman langsung masjid dengan kegiatan-kegiatan nyata yang didukung dalam bentuk permainan konkret. Anak usia dini yang melakukan kegiatan bermain kognitif, seperti saat sedang membicarakan “siapa yang lebih besar atau mana yang memuat pasir lebih banyak, cangkir atau ember?”. Dapat juga dari berbagai aktivitas sehari-har di masjid, contoh ketika anak membantu ibunya menata meja, anak belajar tentang memasangkan benda yang sesuai seperti sendok dengan garpu, gelas dengan tutupnya, dan lain-lain. Sehingga anak bisa bereksplorasi dengan media pembelajaran tersebut. Anak juga mengembangkan keahlian untuk menyelesaikan masalah dengan kegiatan melalui pemecahan masalah di waktu bermain.