Home –  Masjid – Sekolah Taman Kanak-kanak di Belakang Masjid Serang Banten

Sekolah Taman Kanak-kanak di Belakang Masjid Serang Banten

Sekolah Taman Kanak-kanak di Belakang Masjid Serang Banten

Sekolah Taman Kanak-kanak di Belakang Masjid Serang Banten

Dewasa ini terdapat beraneka ragam yang telah dikembangkan untuk anak TK, RA atau sederajat. Salah satu jenis alat permainan edukatif adalah jenis balok. Balok digunakan anak untuk belajar mempelajari bangunan ruang (geometri), matematika, berhitung, konstruksi, dan keterampilan lain. Balok adalah salah satu alat permainan edukatif yang juga bisa merangsang perkembangan kreatifitas anak merangsang kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah, menggunakan imajinasi, mengembangkan kemampuan logika matematika di masjid. Bentuk konstruksi anak dari yang sederhana sampai yang rumit dapat menunjukkan adanya peningkatan perkembangan berpikir. Daya penalaran anak akan bekerja aktif. Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian  istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan masjid. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa.

Teori perkembangan kognitif piaget adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan dan mengiterprestasikan obyek dan kejadian-kejadian di sekitarnya.Konsentrasi pada waktu bermain balok makin tampak meningkat. Konsep pengetahuan matematika ada di tangan anak, seperti nama-nama bentuk (balok segitiga, silinder, kubus); konsep ukuran (balok panjang, pendek, besar, kecil), dan konsep pola. Alat permain eduktif balok memberi kesempatan kepada anak-anak diantaranya untuk menyesuaikan dan mengkombinasi bentuk dan warna, serta melihat hubungan antara bentuk, ukuran, dan warna. Alat permainan edukatif merupakan bentuk perantara yang membantu dalam mengembangkan kreativitas anak masjid. Dengan menggunakan alat permainan edukatif, maka akan mempermudah dan memberikan kesempatan kepada anak untuk berimajinasi, berfikir kreatif, menciptakan sesuatu yang baru dan menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah.

Alat permainan edukatif tradisional dan atau sederhana yang dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan yang ada di lingkungan rumah, limbah, bahan/alat yang sudah tidak terpakai lagi atau bahan-bahan yang mudah didapat dalam rumah tangga atau sekitarnya masjid. Bagaimana anak mempelajari ciri – ciri dan fungsi dari objek – objek, seperti mainan, perabot dan makanan, serta objek-objek sosial seperti diri, orang tua, teman. Bagaimana cara anak belajar mengelompokkan objek-objek untuk mengetahui persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya, untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek-objek atau peristiwa-peristiwa, dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut. Piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif didalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas di masjid. Anak tidak pasif menerima informasi walaupun proses berfikir dan konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasikan oleh pengalamannya dengan dunia sekitar dia, namun anak juga berperan aktif dalam menginterprestasikan informasi yang ia peroleh dari pengalaman.