Home –  Berita – Review Film Korea C’est Si Bon (2015)

Review Film Korea C’est Si Bon (2015)

Pernah punya dilema antara harus memilih orang yang kita sayang, sahabat, dan mimpi yang ingin kita capai? Itulah jalan cerita dari film C’est Si Bon. Film produksi CJ Entertainment ini berlatar waktu tahun 60-an, ketika musik rakyat masih digemari, jauh sebelum para oppa dalam formasi boyband eksis kayak sekarang.

Saat itu penyanyi cowok dengan ciri-khas vokal yang unik serta jago main gitar telah tentu jadi pujaan di kelompok cewek-cewek. Acara TV saat itu belum juga banyak yang nayangin acara musik—kayak Music Bank jika zaman sekarang—makanya beberapa tempat seperti club atau music hall jadi tempat yang paling gaul serta hits di zaman itu. Dikisahkan ada satu club musik yang menyukai menghadirkan penyanyi pendatang baru serta lumayan popular di Seoul, yakni club C’est Si Bon. Disanalah semuanya tokoh dalam film ini berjumpa. Bagaimana alur ceritanya?

Sinopsis. Oh Geun Tae (Jung Woo), yaitu seseorang mahasiswa berumur 20-an yang datang dari keluarga nelayan, mendadak mesti gabung dengan dua orang penyanyi memiliki bakat untuk lalu diorbitkan jadi trio. Bakat Geun Tae diketemukan oleh Lee Jang Hee (Jang Hyun Suk), seseorang produser dari club music C’est Si Bon. Ciri-khas vokal Geun Tae dipandang dapat lengkapi dua penyanyi yang telah popular terlebih dulu, Yoon Hyeong Joo (Kang Ha Neul) serta Song Chang Sik (Jo Bok Rae). Lihat potensi dari tiga orang penyanyi ini, Jang Hee dengan Direktur Kim, sang yang memiliki club, setuju buat ngorbitin mereka jadi trio bernama C’est Si Bon.

Awalannya tidak mudah buat menjadikan satu tiga kepala ini dalam satu group. Mereka sama-sama panggil dengan sebutan brengs*k, songong, dusun, serta beberapa macam panggilan sayang yang lain. Mereka bertiga tidak sempat akur, terutama Hyeong Joo serta Chang Sik yang keduanya sama ngerasa paling memiliki bakat dalam group itu. Geun Tae yang miliki skill pas-pasan dalam bermusik juga ngerasa kurang percaya diri, namun sang produser, Jang Hee, berupaya buat ngajarin Geun Tae dari 0 agar dapat ngimbangin Hyeong Joo serta Chang Sik yang telah pada jago main musik. Pelan-pelan Geun Tae juga mulai dapat berbaur, serta mereka bertiga juga telah dapat akur serta kompak dalam satu group.

 

Perseteruan mulai keluar dengan hadirnya sosok wanita cantik bernama Min Ja Young (Han Hyo Joo). Ja Young yaitu anggota group teater yang sukai manggung di club C’est Si Bon. Telah dapat ditebak dong, Geun Tae, Hyeong Joo serta Chang Sik juga segera naksir sama Ja Young. Mereka juga berkompetisi buat dapat dapetin Ja Young. Lihat kepolosan serta ketulusan Geun Tae, Ja Young juga pada akhirnya pilih Geun Tae. Mereka juga mulai seringkali berduaan dalam segalanya, meskipun Ja Young sendiri tidak sempat ngasih kepastian buat hubungan mereka.

Ja Young miliki mimpi mungkin saja aktris populer, dia seringkali turut main di teater besar meskipun hanya dapet beberapa peranan kecil. Geun Tae juga mensupport yang diimpikan Ja Young. Apa pun akan dia kerjakan buat dapat buat Ja Young bahagia. Sampai satu hari, saat C’est Si Bon baru saja ingin kiprah jadi group komersil, Geun Tae mendadak saja mundur dari group karena Ja Young. Tidak miliki alternatif lain, Hyeong Joo serta Chang Sik juga mengubah nama mereka jadi ‘Twin Folio’.

Tanpa ada terduga nyatanya Twin Folio juga berhasil cuma dalam periode waktu setahun saat kiprah. Namun kejayaan mereka nyatanya tidak berjalan lama. Mendadak mereka dibubarkan karna gosip narkoba. C’est Si Bon serta Twin Folio juga saat ini hanya tinggal masa lalu. 40 th. lalu tersingkap, nyatanya Ja Young juga lah yang jadi dalang di balik bubarnya Twin Folio. Apa sich yang telah dilakuin Ja Young? Sehebat apa sich cewek ini sampai dapat buat satu group yang sekali lagi popular mendadak bubar?

Review. Awalannya gue agak dibikin boring di menit-menit awal film ini. Gue belum juga mudeng dengan trend music hall di th. 60-an yang diangkat di film ini. Namun gue masih tetap dibikin penasaran dengan tokoh-tokohnya. Pembangunan ciri-khas di film ini dapat disebut ngebut namun cocok. Pemirsa akan segera get in dengan ciri-khas setiap tokohnya. Hyeong Joo, si cowok flamboyan yang rada songong karna ngerasa paling popular di C’est Si Bon yang seseorang mahasiswa kedokteran. Ada pula Chang Sik, si dekil yang awut-awutan namun nyatanya miliki nada yang bagus, serta Geun Tae, mahasiswa umum yang miliki nada umum saja namun miliki pesona sendiri dengan kepolosan serta ketulusan hatinya.

Hadirnya Ja Young jadi bahan rebutan diantara tiga cowok tidak demikian menonjol, karna semua usai saat Geun Tae berhasil dapetin Ja Young. Klimaksnya juga tidak demikian epic, diliat dari latar saat 60-an dengan semua kekhasannya itu, gue mengharapkan C’est Si Bon dapat ngasih suatu hal yang wow diakhir ceritanya. Bahkan juga muka Hyeong Joo serta Chang Sik sekalipun tidak ditampilin diakhir narasi, mungkin saja tujuannya agar misterius dikit kali ya.

Jalurnya juga agak buat bingung, mengapa mendadak Twin Folio dapat ditahan sama polisi dikarenakan ganja, serta mengapa Geun Tae dapat ‘bersaksi’ mengenai beberapa rekannya yang menyukai nyimeng. Semua jadi ‘menumpuk’ diakhir film. Mungkin saja tujuannya ingin dibikin seperti twist, walau sebenarnya jika gue katakan, pemirsa telah dapat nebak kok tanpa ada mesti dibikin twist.

Malah setting 60-an nya lah yang buat film ini jadi menarik, dari mulai lagu-lagunya, fashion, sampai ketentuan pemerintah mengenai jam malam serta larangan pakai rok mini. Geun Tae bahkan juga ikhlas pakai rok mini di jalanan buat nyelametin Ja Young dari razia Satpol PP : p Sosok Geun Tae yang nyatanya jadi pengkhianat beberapa rekannya juga tidak berhasil buat gue simpati sama dia jadi tokoh paling utama.

Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Terbaru Tamura

Gue jadi berkesan sama tokoh Hyeong Joo yang dengan langkahnya dapat tetep meneruskan passion-nya menyanyi, walau sebenarnya ayahnya lebih ngedukung dia bikin jadi dokter. hyeong Joo dapat juga meredam egonya saat produser minta dia bikin gabung dalam satu group trio. Ja Young cantik banget ya, semuanya baju yang dia pakai gue jadi ingin miliki juga : p

Umumnya spoiler tidak nih? Telah deh nonton saja. Untuk kamu yang menyukai sama film Sunny gue referensiin film ini, dengan catatan janganlah sangat mengharapkan banyak film ini dapat nyamain charm-nya Sunny. Cukup menghibur, sayang banget eksekusinya agak ngegantung. Skor 7/10.