Home –  Uncategorized – Mencuci tangan Merupakan Hal Yang Sepele Namun Sering Terabaikan

Mencuci tangan Merupakan Hal Yang Sepele Namun Sering Terabaikan

Mayoritas orang Indonesia tidak mencuci tangan mereka dengan cara yang benar. Menurut laporan Riskesdas, kecenderungan proporsi anak di atas 10 tahun untuk mencuci tangan mereka hanya mencapai 47 persen.

Menurut ahli mikrobiologi klinis Wani Devita Gunardi, ini bisa dilihat dari dua hal. Yang pertama adalah panjang seorang individu yang mencuci tangannya. Sedangkan yang kedua adalah cara mencuci tangan sendiri.

Baca juga : bali driver, lembongan island tour dan ubud tour

Wani mengatakan mayoritas orang, terutama anak-anak, menghabiskan kurang dari 10 detik untuk mencuci tangan mereka, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Health. Bahkan, waktu tidak cukup efektif untuk menghilangkan kotoran dan bakteri.

Cara Wani biasanya digunakan untuk mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan lebih lama adalah dengan menyanyikan lagu-lagu selamat ulang tahun mereka ketika mencuci tangan. Saat lagu selesai, cuci tangan Anda.

“Ini berarti sekitar 10 sampai 20 detik,” kata Wani ketika ditemui dalam sebuah diskusi tentang kebersihan dan kesehatan di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Senin (23/4).

Menurut Wani, kebanyakan orang kadang hanya mencuci tangan mereka secara singkat dan kurang teliti. “Sementara seluruh area tangan kami harus dipukuli,” kata Wani.

Untuk menjaga kebersihan tangan, ada langkah-langkah yang harus diikuti ketika mencuci tangan. Pertama adalah membersihkan sol terlebih dahulu, lalu punggung tangan. Setelah itu, jangan lupa untuk menggosok di antara jari-jari dan area di bawah kuku.

Bersihkan basah dengan pembersih tangan

Ketika tidak ada akses ke air dan sabun, banyak orang kadang-kadang menggunakan tisu basah atau pembersih tangan untuk membersihkan tangan. Menurut Wani, ini harus dilakukan tergantung situasinya.

Jika tangan terlihat kotor, misalnya, terlihat hitam atau coklat karena debu dan kotoran, menggunakan kain basah dan pembersih tangan tidak cukup. Dalam situasi ini, tangan harus dibersihkan dengan air dan sabun.

Sementara jika kotoran dan debu tidak terlihat secara visual, atau tangan hanya ingin dibersihkan setelah beberapa hubungan fisik seperti menyentuh gagang pintu atau berjabat, kain basah dan pembersih tangan dapat digunakan.

“Karena tisu basah dan pembersih tangan ada alkohol yang berfungsi sebagai antiseptik, sehingga masih diizinkan,” kata Wani.